Setiap 6 detik di jalan raya seseorang mati atau mengalami luka serius akibat kecelakaan

Dengan angka mencapai 1,3 juta kematian akibat kecelakaan jalan raya setiap tahunnya, hal ini menjadi epidemi global seperti halnya Malaria atau Tuberculosis. Dan layaknya kedua penyakit yang mematikan tersebut, kecelakaan jalan raya memangsa anak dan orang muda, masyarakat miskin dan mereka yang rentan. Namun dibandingkan pembunuh global lainnya, akibat dari kecelakaan jalan raya ini sering diabaikan.

Penyebab Kemiskinan Sembilan dari sepuluh kematian atau luka serius akibat kecelakaan terjadi di negara/daerah berkembang seperti di Indonesia. Bank Dunia memberikan estimasi biaya ekonomi yang dikeluarkan akibat kecelakaan ini sampai dengan angka US$ 100 billion setiap tahunnya! Setengah dari para keluarga yang terkait dengan kematian atau luka serius akibat kecelakaan, terpuruk jatuh dibawah garis kemiskinan.

Pembunuh Anak Kecelakaan di jalan raya menjadi peringkat pertama penyebab kematian bagi orang muda usia 10-24, dan diprediksi sampai 2015 akan menjadi penyebab utama kematian dini dan kecacatan bagi anak usia 5 tahun keatas di negara berkembang. Unicef dan WHO mencatat 260.000 anak mati dan 10 juta lainnya mengalami luka akibat kecelakaan jalan raya setiap tahunnya.

Isu yang diabaikan Komunitas International telah gagal merespon terhadap epidemi yang terjadi akibat kecelakaan jalan raya. Isu Road Safety secara umum diabaikan oleh para politisi. Ketidakpedulian ini mengakibatkan tidak seriusnya penanganan dan peningkatan perangkat road safety banyak wilayah. Sementara semua komponen politik tidak serius menanggapai, angka kematian akibat kecelakaan jalan raya meningkat setiap tahunnya.

Kita butuh komitmen politik dari para pemegang dan pelaksana kebijakan di negara ini jika ingin menyelamatkan masa depan Indonesia.

Perubahan dimulai dari kita sendiri. Mari bersama melakukan perubahan dengan mereka yang sama-sama peduli